Kamis, 15 Juli 2010
You Can Make a Health Drink at Home
Processed drinks are not as good as those you make yourself because when you buy them from the store, some of the vitamins and nutrients are lost in the production process. This is why you should only consume a health drink that has been freshly made.
You can make your own health drink by blending either fruits or vegetables. Once you have all the ingredients which include the fruit or the vegetable, water, salt, sugar, water and crush ice, you can already blend it using the blender.
Your Health and Your Protein Shake
Protein drinks are drinks with high protein content. They are made by adding a protein source to fluids. There are also protein powders available in drug stores and groceries. They are considered food and nutrient supplements. With the popularity of protein drinks and powders, are these drinks beneficial or detrimental to our health.
Proteins are indeed necessary for our body. Protein helps in building muscles, skins, hairs, nails and internal organs.
There are twenty amino acids needed for the human body to grow. Eight amino acids are produced by our body. They are necessary and should be present in the food we eat. While, the other twelve amino acids are manufactured within the body. Manufactures and some study showed that after a protein drinks are necessary to drink after intense exercise or training where muscle tissues are damaged.
There are twenty amino acids needed for the human body to grow. Eight amino acids are produced by our body. They are necessary and should be present in the food we eat. While, the other twelve amino acids are manufactured within the body. Manufactures and some study showed that after a protein drinks are necessary to drink after intense exercise or training where muscle tissues are damaged.
Minggu, 04 Juli 2010
Sepiring Nasi
Sebuah Agenda
Pendidikan Karakter
Mendengar, atau melihat ‘Sepiring nasi’
pikiran kita langsung mengarah kepada masalah ‘makan’. Apalagi sepiring nasi
dilengkapi dengan lauk-pauk dan penampilan yang mengundang selera pasti akan
membangunkan cacing-cacing di lambung yang tidak sabar menunggu untuk
melahapnya. Mereka menyanyikan lagu ‘keroncongan’, memaksa mata untuk menatap
dan mendorong mulut untuk mengeluarkan air ludah sebagai pertanda bahwa
sepiring nasi itu siap menjadi santapan.
Label:
Theories of Learning
Senin, 21 Juni 2010
Program Affiliasi Tanpa Modal
John Delavera memutuskan untuk pensiun dini. Dia bertekad untuk pensiun dalam usia 44 tahun. Cita-cita ini sudah direncanakannya sejak masih kecil, dan waktu itu dia telah memberitahu teman-temannya.
Memang nasib mengantarkannya pada cita-cita itu. Sejak dua tahun lalu ibunya terserang kanker. Dia sibuk dan menghabiskan waktunya untuk merawat ibunya, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok pagi pada penderita kanker tersebut.
Dia merasakan bagaimana pendeknya hidup ini. Kejadian sesaat dapat merubah apa yang dilakukan selama bertahun-tahun. Dia ingin memanfaatkan sisa waktu untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang yang telah melahirkan dan membesarkannya, serta kepada keluarga yang sudah mengasuh dan mendampingi hidupnya.
Sekarang ibunya sudah sembuh, tetapi kejadian ini telah merubah pandangan hidup John Delavera. Dia yakin "hidup ini benar-benar pendek", dia sadar bahwa kemewahan yang didapatnya sebagai pengusaha inline belum dapat memberikan sesuatu kepada pengusaha online lainnya pada beberapa negara yang dikunjunginya. "Terlalu banyak yang dapat dilihat dan dilakukan dalam hidup ini, tetapi terlalu sedikit waktu untuk peduli dan berbuat sesuatu kepada orang lain".
Tepat pada usia 44 tahun dan setelah kesembuhan ibunya, John Delavera memutuskan pensiun dini dari perusahaan besarnya "TURBO". Kini dia beralih sebagai pengajar untuk pemula atau yang sedang terseok-seok dalam dunia "Internet Marketer" dimanapun mereka berada di belahan bumi ini. Tanpa membedakan suku bangsa atau agama, tidak peduli jenis dan bidang usaha, apakah akan menjual produk sendiri secara online atau sekedar sebagai affiliator.
Tanggal 19 Juni 2010, John mengirimkan e-mail kepada seluruh membernya bahwa dia akan datang ke seluruh kota, "jemput bola" kata orang. Tetapi John menggunakan peribahasa "Jika gunung tidak mau datang kepada Muhammad, maka Muhammad yang akan datang kepada gunung"
Untuk membantu para internet marketer, John meluncurkan 2 program :
- Turbo Farewell
- Turbo Farewell Package
Website ini disediakan khusus untuk belajar internet marketer secara
gratis dan sekaligus mendapatkan link affilasi untuk mengundang teman-teman
yang juga ingin belajar gratis.
Banyak hal yang didapatkan bila mengikuti program affiliasi ini. Terlalu
panjang untuk menyebutkannya satu persatu. Silakan pelajari melalui link
berikut:
Jika tertarik untuk belajar dengan John Delavera, klik link berikut.
Tetapi jangan kaget bila yang muncul papan pembayaran. Anda tidak akan ditagih
sepeserpun karena nilainya $0. Masukan saja alamat e-mail dan tunggu
konfirmasinya.
Website ini disediakan khusus untuk melego semua produk yang
tentu saja lebih murah dari pada mendapatkannya secara eceran.
Ribuan produk berikut bonusnya itu tidak mungkin disebutkan
di sini. Tetapi yang jelas, semuanya adalah ‘private label’. Produk yang dibeli
dapat diklaim sebagai produk sendiri untuk dijual kembali dan hasilnya 100%
mengalir ke rekening anda!
Ingin tahu lebih jelas! Klik link berikut:
Informasi ini dimaksudkan sebagai bahan pertimbangan bagi
yang tertarik bidang internet marketer atau yang masih mendalami ilmu bidang
internet.
Wassalam,
Zafril
Selasa, 15 Juni 2010
Yang Kecil Yang Pintar
Apple tampaknya kembali mendulang emas. Ingat ™ Macbook? Bagaimana dengan™ iPod? The iPhone ™. Cukup panas, bukan?
Kini Apple meluncurkan produk barunya ‘Yang kecil yang pintar’ yang diberi nama ‘iPad’. Memang dari segi nama tidak jauh beda dengan kakaknya ‘iPod’ tetapi dari segi kepintaran, dia meninggalkan kakaknya lebuh jauh. Jika iPod adalah iPhone mobile, maka iPad bagaikan membawa komputer jinjing atau NoteBook dengan aplikasi internet. Bentuknya yang kecil, indah, kuat, dan seksi membuat banyak orang kepincut untuk memilikinya.
Kini Apple meluncurkan produk barunya ‘Yang kecil yang pintar’ yang diberi nama ‘iPad’. Memang dari segi nama tidak jauh beda dengan kakaknya ‘iPod’ tetapi dari segi kepintaran, dia meninggalkan kakaknya lebuh jauh. Jika iPod adalah iPhone mobile, maka iPad bagaikan membawa komputer jinjing atau NoteBook dengan aplikasi internet. Bentuknya yang kecil, indah, kuat, dan seksi membuat banyak orang kepincut untuk memilikinya.

Sabtu, 05 Juni 2010
INFORMASI ADALAH UANG
Oleh Zafril
Ide
adalah kekayaan yang selalu mengalir. Dia bagaikan mata air di lembah di antara
bukit yang hijau. Dia tidak akan pernah mengering, atau menyusut sekalipun,
selama bukit hijau tetap terpelihara dan tidak tersentuh tangan-tangan jahil
yang menggunduli hutan secara serakah. Itulah ‘ide’. Kekayaan yang tidak akan
pernah habis selama kita memelihara kesuburannya.
“Dalam tata ekonomi
baru, sumber-sumber daya ekonomi strategis tidak lagi muncul dari dalam tanah.
Sumber-sumber daya strategis adalah ide-ide dan informasi yang lahir dari
pikiran kita” kata John
Sculley, mantan direktur Apple Computers. Ide yang tumbuh pada otak
yang kerdil dan pikiran yang gersang bagaikan ‘kerakap tumbuh di batu, hidup
segan mati tak mau’. Hanya ada satu jalan untuk menumbuh suburkan ide: suburkan
pikiran dan luaskan wawasan melalui ‘belajar, belajar dan belajar’.
Masalah
lain yang sering kita hadapi adalah: Mudah menemukan dan melahirkan ‘ide’
tetapi lebih mudah lagi menundanya. Kita kesulitan untuk merekam ide untuk
dapat digunakan bila diperlukan atau untuk dijual kepada orang yang
memerlukannya. Akibatnya, ide yang cemerlang yang suatu waktu dapat merobah
hidup kita menjadi hilang dan melayang entah kemana.
Informasi
adalah mata uang baru saat ini. Dalam Era Informasi, dimana kita hidup
sekarang, kekayaan adalah milik mereka yang memiliki informasi yang terus
mengalir. Dengan kata lain, selama kita memiliki informasi yang diinginkan orang
lain, orang bersedia untuk membayarnya. Kita bisa menjadi kaya hanya dari produk
informasi berupa ide-ide yang kita jual.
Mindset
adalah segalanya. Berdayakan diri untuk menjadi generator penghasil uang. Awali
dengan hal-hal di antara telinga kita dan kemudian terus ke bagian lain. Jika
belum punya ide, apalagi sarana tempat menjual, tidak ada salahnya kita memulai
dengan memasarkan produk orang lain. Tentu saja kita harus memilih produk yang
nichi dengan bonus yang tinggi. Seperti plr gold blowout, bisnis online yang dirintis oleh Edmund Loh & Wong Elle
dari Malaysia, berupa produk jadi yang
dapat diedit, diberi label dan dijual atas nama sendiri. Setiap produk terdiri
dari Video dan e-book dalam format MS-Word, PDF dan Slide. Lain lagi dengan Internet Marketing Book yang memberikan
kesempatan untuk belajar internet marketing melalui e-Book gratis. Atau belajar
bagaimana menjadi member secara gratis, seperti yang ditawarkan oleh Set Up a Membership Site.
Jika
merasa gagap untuk memulai bisnis melalui internet, apalagi dengan kemampuan
berbahasa Inggris yang lemah, cukup banyak website berbahasa Indonesia di
pasaran. Hanya saja kita harus lebih selektif dalam memilih, dengan
pertimbangan:
Ø Apakah
produk yang ditawarkan berguna untuk kita dan untuk orang lain sehingga layak
untuk dijual?
Ø Apakah
produk dan sistim yang ditawarkan dapat membimbing kita untuk mahir dalam
bidang internet marketer?
Ø Apakah
tawaran yang dijanjikan tidak melangit untuk menjadi kaya tanpa harus bekerja?
Ø Apakah
produk dan sistim yang ditawarkan dapat diterima akal sehat serta tidak
bertentangan dengan norma agama dan norma bangsa?
Pertimbangan
tersebut diperlukan agar kita tidak terjebak pada tawaran yang menggiurkan yang
pada gilirannya membuat kita patah semangat dan bahkan membenci internet
marketer. Beberapa bisnis internet berbahasa Indonsia yang penulis ikuti
adalah:
1. Shalat Sempurna:
Selain sebagai member, mendapatkan 3(tiga) e-book yang amat diperlukan sebagai
muslim – Melihat Shalat Nabi, Membangun Kebiasaan Shalat Berjamaah, dan Strategi
Meraih Shalat Khusuk – serta buku lainnya yang diperlukan dalam kegiatan
beribadah dan akhlak Islami.
2. Belajar Inggris:
Sistim yang ditawarkan memang berbeda dengan yang pernah dipelajari di sekolah
atau tempat kursus. Belajar berbahasa Inggris tanpa grammar dalam bentuk DVD
dan dikirim ke alamat. Grammar memang hantu yang menakutkan dalam belajar
bahasa yang mengkibatkan orang gagap karena takut salah. Kita bisa dan berani
berbicara karena orang tua kita tidak menggunakan grammar (tata bahasa) waktu
mengajar anaknya berbicara. Grammar (tata bahasa) memang perlu, tetapi itu nanti
setelah lancar berbahasa.
3. Asian Brain:
Sebuah institusi belajar internet marketer di rumah sendiri. Belajar langkah
demi langkah melalui e-book dan vcd serta software yang diperlukan dalam
praktek.
Bisnis
melalui internet merupakan bisnis yang terus berkembang tanpa batas.
Jangkauannya amat luas. Tidak perlu tempat berupa toko atau warung untuk
jualan. Tidak perlu kenderaan untuk menjajakan barang dagangan. Dan tidak perlu
percetakan untuk menggandakan produk informasi yang kita hasilkan. Betapa banyak
orang berhasil memasarkan produk mereka atau produk temannya dari rumah sendiri
dengan hanya bermodalkan komputer dan jaringan internet.
Jangan
mau ketinggalan. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa arti. Memanjakan diri dalam
zona nyaman dengan bersantai dan memperpanjang istirahat adalah jalan terbaik
menuju kegagalan.
Manfaatkan
waktu senggang dengan terus belajar dan berbuat. Ambil kesempatan selagi ada. Belajar
bukanlah milik orang dengan usia 18 tahun ke bawah, atau milik orang yang masih
berstatus pelajar dan mahasiswa. Tetapi milik kita semua.
Semoga
informasi ini memberikan pencerahan kepada kita dalam rangka meningkatkan taraf
hidup untuk pembangunan bangsa dan negara.
Terima
kasih,
Sabtu, 29 Mei 2010
Pembinaan Pokjawas PAIS
Kepedulian terhadap pemberdayaan Pengawas dalam lingkungan Kementerian Agama sepertinya hanya muncul dari Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah. Kepedulian ini bukan tanpa alasan. Hilangnya Bidang dan Seksi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dan digabung menjadi Bidang dan Seksi Mapenda berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 373 Tahun 2002 tentang Struktur Organisasi Departemen Agama Vertikal (Daerah) telah berakibat pada terabaikannya pembinaan dan pemantauan pendidikan agama Islam pada Sekolah.
Pengawas adalah ujung tombak Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan dan pemantauan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah. Pembinaan Pengawas secara langsung yang tersebar pada seluruh wilayah nusantara tentu saja memerlukan tenaga, dana dan waktu yang banyak. Untuk itu, Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah memberdayakan wadah ‘Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam’ agar pesan-pesan pembinaan dan pemantauan pendidikan agama Islam cepat sampai kepada Pengawas dan sekolah binaannya.
Pengawas adalah ujung tombak Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan dan pemantauan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah. Pembinaan Pengawas secara langsung yang tersebar pada seluruh wilayah nusantara tentu saja memerlukan tenaga, dana dan waktu yang banyak. Untuk itu, Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah memberdayakan wadah ‘Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam’ agar pesan-pesan pembinaan dan pemantauan pendidikan agama Islam cepat sampai kepada Pengawas dan sekolah binaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
